Kritik dan Nasehat

Saat ini kita disajikan oleh pertunjukan ego manusia di mana-mana. TV, Radio, Majalah, Koran, Internet hampir tiap hari memberitakan tentang si A ngeritik si B, si B ngritik si C dan seterusnya. Setiap pengeritik selalu menunjukkan salahnya yang dikritik. Tapi kadang dia lupa bahwa dia sama dengan yang dikritik.
Lalu apakah kita tidak boleh mengkritik???
Saya rasa boleh-boleh saja kita mengkritik seseorang tapi alangkah bijaknya jika kita mengaca dulu terhadap diri kita, apakah kita sudah benar atau minimal tidak sama dengan orang yang kita kritik.
Pada saat ini mungkin solusi yang paling tepat adalah mengurangi kritikan kepada orang lain, tapi menggantinya dengan NASEHAT.
Apa bedanya kritikan dan nasehat?
Nasehat lebih cenderung merupakan upaya agar orang berubah ke arah yang lebih baik, ..tapi tidak menghakimi bahwa dia TELAH melakukan kesalahan. Dan yang terpenting adalah lakukan dengan cara yang BAIK, Makruf.
SEMOGA MEMBUAT KITA SERING MENILAI DIRI SENDIRI DULU BARU MENILAI ORANG LAIN.

Insya Allah
Wallahu aqlam bissawab

Jogja, 13 Jan 10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s