Menyusui sebagai Ibadah

Allah SWT berfirman pada Surat Al Baqarah 233 “ Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan”.

Menyusui merupakan perbuatan baik yang saat ini mulai ditinggalkan banyak ibu-ibu. Mereka enggan menyusukan bayinya dengan berbagai alas an.

Alasan pertama dan sering kali kita saksikan adalah karena para ibu pergi bekerja meninggalkan rumah. Ibu-ibu merasa dengan mereka pergi bekerja maka tidak cukup waktu untuk mengurus bayinya termasuk menyusuinya. Hal ini juga Nampak pada mereka yang sudah paham akan pentingya ASI untuk bayi.

Alasan kedua adalah ketidakyakinan ibu-ibu bahwa dengan menyusui anak akan tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas. Pengalaman penulis di lapangan menunjukkan besarnya ketidakyakinan para ibu bahwa dengan menyusui anaknya telah cukup mendapatkan zat gizi. Mereka sering mengeluhkan bahwa meskipun telah menyusui tetapi anak masih tetap rewel, sering nangis dan sebagainya. Akhirnya mereka akan berupaya menambahkan penyusuannya dengan susu formula atau makanan lain sebelum waktunya.

Alasan selanjutnya adalah karena estetika. Sebagian para ibu merasa bahwa dengan menyusui bayinya maka akan mempengaruhi pemampilannya seperti perubahan pada bentuk payudara dan lain sebagainya.
Yang paling sedikit adalah alas an medis. Salah satu alas an yang dibenarkan untuk tidak menyusui adalah karena lasan medis, yaitu adanya dampak yang kurang baik bagi bayi maupun ibunya jika diberi ASI. Hal ini semakin jarang terjadi, kecuali pada indikasi-indikasi medis tertentu.

Kurangnya dukungan dari tenaga dan sarana pelayanan kesehatan. Saat ini jumlah RS Sayang Bayi semakin sedikit sehingga tidak jarang mereka mendapatkan makanan pertama yang salah justru dari tenaga dan sarana pelayanan kesehatan itu sendiri.

Pemasaran Susu Formula pengganti ASI. Pemasaran ini telah menimbulkan image/anggapan bahwa susu formula lebih unggul daripada ASI sehingga hal ini telah menghalangi praktek pemberian ASI. Untuk mengatasi hal ini maka Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 1981 telah menyusun at uran pemasaran Penggati ASI (PASI), yang bertujuan untuk mengontrol promosi makanan buatan tersebut seperti susu formula, produk susu lainnya, produk makanan minuman dan botol serta dot.

Keuntungan Menyusui

Menyusui sebagai perbuatan yang dianjurkan oleh Allah SWT berdasarkan penelitian-penelitian menunjukkan begitu banyak keuntungan, tetapi bisa disimpulkan menjadi keuntungan secara ekonomi dan keuntungan secara kesehatan.

Keuntungan ekonomi bagi keluarga begitu besar dengan menyusui anak sampai dua tahun. Pertama, keluarga tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli susu formula atau makanan bayi lainnya. Bayangkan jika bayi diberi ASI Eksklusif sampai 6 bulan maka berapa besar dana yang dihemat untuk mengurangi pemborosan yang tidak perlu? Lalu jika dilanjutkan sampai dua tahun. Ini akan sangat bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan gizi bagi anggota keluarga yang membutuhkan seperti ibu dan anak-anak yang lain. Apalagi saat ini harga susu cenderung meningkat apalagi jika menginginkan susu yang bermerek.
Kedua; ibu-ibu secara ekonomis telah mengurangi waktu untuk mempersiapkan pemberian susu. Dimana harus ada upaya merebus air masak untuk mensterilkan botol sebelum digunakan, menunggu susu agar jangan terlalu panas buat bayi dan lain sebagainya.

Keuntungan secara kesehatan.

Penelitian-penelitian yang menunjukkan keuntungan pemberian ASI khususnya ASI Eksklusif begitu banyak yang telah dipublikasikan . Coutsoudis & Bentley,( 2009) melaporkan bebarapa penelitian mengenai resiko bayi yang mendapatkan susu formula. Berikut bebarapa hasil penelitian tersebut:

    Diare . Di Brasil, bayi-bayi yang mendapat susu formula menghadapi kemungkinan 14, 2 kali lebih besar untuk meninggal dunia karena penyakit diare dibandingkan bayi-bayi yang mendapat ASI.
    Infeksi telinga. Bayi-bayi yang mendapat susu formula menderita infeksi telinga dua kali lebih sering daripada bayi-bayi yang mendapat ASI secara eksklusif;
    Meningitis. Bayi dengan susu formula memiliki resiko 4 kali lebih besar kena meningitis daripada bayi yang mendapat ASI;
    Kanker. Bayi dengan susu formula memiliki resiko 2 kali lebih besar untuk kena kanker pada usia 15 tahun;
    Pneumonia. Bayi dengan susu formula menghadapi kemungkinan 3,9 kali lebih besar meninggal dunia karena pneumonia;
    Infeksi Saluran Kemih. Bayi dengan susu formula menghadapi kemungkinan 5 kali lebih besar untuk terinfeksi saluran kemih.
    Diabetes. Bayi-bayi yang mendapat susu formula sebelum usia 2 bulan menghadapi kemungkinan 2 kali lebih besar untuk menderita diabetes;
    Perkembangan kognitif. Bayi-bayi yang mendapatkan susu formula memiliki skor yang lebih rendah pada tes kemampuan menta.

Selain beresiko bagi bayi, tidak menyusui bayi juga memiliki dampak bagi ibu seperti penelitian berikut ini:

    Kanker Payudara. Ibu yang tidak pernah menyusui sendiri bayinya selama sedikitnya 3 bulan menghadapi risiko 2 kali lipat terkena kanker payudara sebelum menopause;
    Penjarangan anak. Penggunaan susu formula meningkatkan risiko kehamilan kedua yang merugikan kesehatan ibu.
    Kanker rahim : Ibu yang tidak pernah menyusui sendiri bayinya selama sedikitnya 2 bulan untuk setiap anak memiliki risiko 25 % lebih besar untuk terkena kanker epithelial rahim;
    Osteoporosis : Ibu yang tidak pernah menyusui bayinya memiliki risiko 2 kali lipat untuk terkena fraktur panggul.

Wahai para ibu-ibu dan juga bapak bapak mari kita kembali kepada perbuatan yang mulia ini. Karena yakinlah kita diperintahkan pasti ada kebaikan di dalamnya ( sebagian telah terbukti lewat penelitian para ahli tapi yang lebih banyak lagi pasti akan segera diketahui)

Semoga bermanfaat,

Wallahu aqlam bissawab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s