Sudahkan saatnya Indeks TB/U menjadi Indikator Status Gizi Masyarakat???

Beberapa waktu lalu telah berkumpul para pakar gizi di Yogyakarta untuk membahas penggunaan indikator status gizi masyarakat di Indonesia. Kenapa ini dianggap penting???

Sampai saat ini kita masih menggunakan indikator BB/U yang diterjemahkan menjadi gizi buruk, gizi kurang, gizi baik dan gizi lebih sesuai dengan SK Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 920/Menkes/SK/VIII/2002. Padahal kita tahun asalnya adalah Underweight  atau Berat Badan Kurang jika diterjemahkan bebas. Tetapi di Indonesia dijadikan Gizi Kurang. Hal ini sering menjadi rancu dengan indikator  kekurangan gizi yang lain.

JIka gizi kurang digunakan indikator BB/U <-2 SD WHO 2005, Lalu bagaimana dengan <-2 SD TB/U, atau <-2 SD BB/TB? Apakah juga bukan gizi kurang?

Lalu diusulkan untuk menggunakan indikator TB/U. Apakah benar bahwa indikator TB/U merupakan indikator yang paling tepat? Mungkin pertanyaan ini yang akan muncul bagi para ahli gizi di semua lini. Jika Pemerintah konsekuen maka ini merupakan hal yang tepat, karena TB/U bisa menjadi indikator tingkat kesejahteraan masyarakat. Tapi jika dibebankan pada sektor kesehatan saja maka merupakan beban yang teramat berat.

Bersambung………..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s