Sepuluh Fakta Menyusui

Pada Pekan ASI Sedunia, Ibu Ani Yudoyono mengharapkan agar pemasaran susu formula diperketat.  Hal ini dapat menjadi entri point dalam upaya peningkatan penggunaan ASI Eksklusif di Indonesia. Rendahnya pemberian ASI eksklusif memang masih menjadi masalah di Indonesia.WHO sebagai lembaga PBB yang bertanggungjawab terhadap bidang kesehatan telah berupaya untuk merekomendasikan tentang penggunaan ASI. Berikut fakta-fakta yang diungkapkan WHO tentang menyusui.

Word Health Organization (WHO) mengungkapkan 10 fakta-fakta tentang menyusui, antara lain :

  1. Rekomendasi WHO : WHO telah merekomendasikan dengan sangat jelas bahwa pemberian ASI ekslusif sampai umur 6 bulan. Setelah 6 bulan diberikan MP ASI sampai 2 tahun atau lebih. Menyusui seharusnya dimulai dalam satu jam pertama; Menyusui  harus lebih sering; Hindari pemberian susu botol.
  2. Keuntungan bagi kesehatan  bayi : ASI sangat ideal bagi bayi baru lahir dan setelahnya. ASI akan memberikan semua zat gizi yang dibutuhkan bayi untuk perkembangan kesehatannya. ASI mampu melindungi dan mengandung antibody yang membantu melindungi bayi dari penyakit  umumnya seperti diare dan pneumonia, dua penyakit utama penyebab kematian anak di seluruh dunia. ASI selalu siap setiap saat dan murah, yang membantu memenuhi kebutuhan bayi dengan seimbang.
  3. Keuntungan buat Ibu :  Menyusui juga menguntungkan buat ibu. Praktik menyusui merupakan upaya KB alami sehingga dapat mengontrol kelahiran. Menyusui dapat menurunkan risiko kanker  mamae dan  rahim, serta membantu ibu menurunkan BB dengan cepat pasca melahirkan dan menurunkan angka obesitas.
  4. Keuntungan jangka panjang bagi anak.  Keuntungan buat masa  depan anak yaitu memberikan kondisi kesehatan yang lebih baik. Orang dewasa yang menyusui pada masa bayi memiliki tekanan darah dan kolesterol yang lebih rendah, tidak overweight, obesitas dan DM type2. Banyak bukti  menunjukkan bahwa anak yang mendapat ASI memiliki inteligensi yang lebih tinggi.
  5. Mengapa bukan Susu Formula. Susu formula bayi tidak mengandung zat antobodi seperti yang ada pada ASI, dan itu memiliki hubungan dengan banyak risiko seperti  menularnya penyakit yang ditularkan lewat air akan meningkat dari pencampuran susu formula dengan air yang tidak sehat ( karena banyak keluarga tidak memiliki akses mendapatkan air bersih).
  6. HIV dan menyusui. Bagi ibu yang positif HIV,  WHO merekomendasikan untuk memberikan ASI ekslusif sampai 6 bulan, kecuali jika makanan pengganti  memenuhi persyaratan : aceptabiltas (adanya dukungan social), fesibel (fasiltas dan penolong tersedia untuk menyiapkan susu formula), murah ( susu formula mampu dibeli sampai 6 bulan), mendukung (makanan mendukung selama 6 bulan) dan aman (susu formula disiapkan dengan kondisi air dan sanitasi yang aman).
  7. Peraturan PP ASI :  Code internasional untuk mengatur perdagangan pengganti ASI telah diadopsi tahun 1981. Peraturan itu menyangkut : Semua susu formula harus menyertakan label dan informasi tentang keuntungan menyusui dan risiko-risiko pengganti ASI bagi kesehatan. Tidak boleh mempromosikan susu pengganti ASI. Tidak boleh ada sampel pengganti ASI yang diberikan kepada ibu hamil, ibu atau keluarganya, dan tidak boleh mendistribusikan susu pengganti olej institusi kesehatan maupun tenaga kesehatan.
  8. Dukungan buat ibu-ibu sangat penting.  Menyusui harus dipelajari dan banyak perempuan mengalami kesulitan pada saat memulainya. Rasa sakit dan ketakutan tidak cukupnya ASI untuk kebutuhan bayi sering terjadi. Fasilitas kesehatan harus membantu pemberian ASI melalui pelatihan konselor ASI yang akan membantu ibu-ibu baru untuk memperaktekkan pemberian ASI.
  9. Bekerja dan  Menyusui. WHO merekomendasikan bahwa seorang ibu hamil seharusnya mendapatkan cuti paling sedikit 16 minggu sejak melahirkan, untuk beristirahat dan menyusui bayinya.  Banyak ibu-ibu kembali bekerja dengan memutuskan pemberian ASI Eksklusif  sebelum direkomendasikan selama 6 bulan sebab mereka tidak mempunyai cukup waktu, atau tempat yang adekuat untuk menyusui atau pengiriman susu yang cepat dari tempat penyimpanan ke tempat kerjanya.  Ibu-ibu butuh akses keamanan, kebersihan dan tempat yang mampu menjaga privacy atau dekat tempat kerjanya untuk melanjutkan praktek pemberian ASI.
  10. Langkah selanjutnya: Mengenalkan MP-ASI.  Untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan bayi saat berumur 6 bulan, MP-ASI harus dikenalkan    kepada mereka untuk melanjutkan pemberian ASI.  Makanan untuk bayi dapat disiapkan khusus  atau modifikasi dari makanan keluarga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s