Adakah pengaruh makanan terhadap perilaku?

Saat ini bangsa Indonesia benar-benar heboh dengan berbagai kejadian yang dilakukan para petinggi di negeri ini. Mereka saling caci maki dan saling menyalahkan. Lalu apa hubungannnya dengan makanan?

Saya mencoba menganalisis hal ini dari sudut pandang perilaku makan, yaitu apa yang sering dimakan dan darimana sumber makanan tersebut berasal. Hal ini sangat menarik, karena beberapa referensi spritual, ternyata  makanan memegang peranan penting dalam membentuk perilaku dan emosi seseorang. Yang paling nyata adalah  kenapa para bhiksu menjadi vegetarian?

Ternyata hal ini tidak saja ditemukan pada para penganut satu agama tetapi juga ditemukan pada agama yang lain. Al Quran dan Sunnah Rasulullah SAW mengajarkan kepada setiap umat islam untuk memakan yang “halal dan thoyib” artinya ada persyaratan yang sebaiknya dimakan oleh manusia agar berguna bagi tubuh dan pikirannya.

Halal sudah jelas karena itu menyangkut akidah, tetapi thoyib disini mengandung kebaikan termasuk masalah gizinya.

Beberapa tahun belakangan ini, para pakar gizi dan pakar yang lain cenderung melakukan penelitian terhadap pengaruh makanan terhadap perilaku seseorang. Orang gambang depresi, stress, tidak labil ternyata juga memiliki pengaruh dari makanan yang dia konsumsi.

Lalu bagimana dengan pemimpin kita, apakah makanan yang dia makan sehinga perilakunya menjadi demikian???

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s